Yuk Cegah Terjadinya Osteoporosis Sejak Dini

YUK CEGAH TERJADINYA OSTEOPOROSIS SEJAK DINI

Melakukan senam aerobik atau senam yoga selama 30-45 menit setiap hari merupakan salah satu upaya untuk memperkuat tulang dan mencegah terjadinya osteoporosis.

Tulang tersusun atas serat elastis (serat kolagen) dan bahan keras (mineral). Sebelum usia 35, tulang terbentuk lebih cepat dari pada diserap kembali. Namun, pada usia diatas 35 tahun tulang mulai kehilangan sejumlah bahan sehingga menjadi kurang padat dan kurang kuat. Hilangnya bahan tulang akan menyebabkan penipisan tulang atau osteoporosis. Mengalami osteoporosis dapat meningkatkan resiko terjadinya patah tulang atau fraktur.

Terdapat banyak hal yang dapat memicu atau menyebabkan terjadinya osteoporosis adalah hal-hal yang tidak bisa diubah seperti karena faktor keturunan, faktor usia atau faktor jenis kelamin. Namun bukan berarti osteoporosis tidak dapat dicegah. Aktifitas atau kegiatan sehari-hari dapat menjadi cara untuk membangun tulang yang kuat.

Olahraga
Salah satu upaya untuk memperkuat tulang dan mencegah terjadinya pengeroposan tulang adalah dengan melakukan olahraga rutin selama 30-45 menit setiap hari. Berikut beberapa olahrga yang dapat dilakukan untuk memperkuat tulang adalah :
     – Senam aerobik
     – Panjat tebing
     – Menari
     – Jogging
     – Tenis dan olahraga yang menggunakan raket lainnya
     – Tai chi
     – Berjalan
     – Berenang
     – Yoga
Mengkonsumsi makanan bernutrisi
Mengkonsumsi makanan yang bernutrisi setiap hari dapat membantu untuk tulang tetap sehat. Berikut kandungan makanan yang bagus untuk tulang :
     – Protein. Protein merupakan salah satu yang membentuk tulang. Orang yang vegetarian bisa mendapatkan protein dalam kedelai, kacang-kacangan, susu, dan telur.
     – Kalsium. Tubuh membutuhkan cukup kalsium untuk pembentukan tulang.  Berikut makanan yang merupakan sumber kalsium :
          # Makanan atau minuman rendah lemak yang berasal dari susu
          # Makanan tinggi kalsium seperti susu kedelai dan tahu
          # Sayuran yang berwarna hijau gelap seperti brokoli
     – Vitamin D. Vitamin D berfungsi untuk menyerap kalsium dari makanan yang dikonsumsi. Vitamin D dapat ditemukan pada :
     – Lemak ikan seperti pada salmon dan tuna
     – Hati sapi, keju dan kuning telur. Kulit akan secara alami membentuk vitamin D ketika terkena sinar matahari. Namun terpapar sinar matahari secara berlebihan dapat menyebabkan kanker kulit.
Menjaga berat badan agar tetap normal dapat menurunkan resiko terjadinya pengeroposan dan patah tulang.
Berhenti merokok karena rokok dapat meningkatkan pengeroposan tulang dan patah tulang.
Berhenti mengkonsumsi alkohol secara berlebihan karena dapat menurunkan proses pembentukan tulang.

Apakah suplemen dapat mencegah terjadinya osteoporosis?
Jika seseorang tidak mendapatkan kalsium cukup dari makanan maka dapat mendapatkan resep dokter. Pada umumnya seseorang membutuhkan 1000mg kalsium per hari. Pada wanita yang sudah menopause atau laki-laki berusia lebih dari 70 tahun membutuhkan 1200mg.
Dokter juga dapat memberikan resep untuk pencegahan osteoporosis terutama pada orang yang beresiko tinggi terkena osteoporosis atau patah tulang. Beberapa obat dapat membantu menjaga kesehatan tulang dan membentuk tulang.

Pertanyaan anda akan dijawab langsung oleh tenaga kesehatan kami. Kunjungi juga akun Instagram @vivahealthindonesia, Fanpage VivaHealthIndonesia dan Twitter@vivahealthID untuk melihat jadwal kegiatan Apotek Viva di kota Anda dan info kesehatan lainnya.

Sumber :

Mayo Clinic. (2016, 06 Juli). Osteoporosis. Diperoleh 13 Februari 2017 dari : http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/osteoporosis/manage/ptc-20207963
Patient. (2015, 12 Oktober). Preventing Steroid-Induced Osteoporosis. Diperoleh 13 Februari 2017 dari : http://patient.info/health/preventing-steroid-induced-osteoporosis
WebMD. Osteoporosis Prevention : What You Need to Know. Diperoleh 13 Februari 2017 dari : http://www.webmd.com/osteoporosis/guide/osteoporosis-prevention#1
WebMD. How Can I Prevent Osteoporosis?. Diperoleh 13 Februari 2017 dari : http://www.webmd.com/osteoporosis/understanding-osteoporosis-prevention