Vaksinasi Polio

VAKSINASI POLIO

Polio adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan merupakan penyakit yang menular. Dalam kondisi yang parah polio dapat menyebabkan kelumpuhan, kesulitan bernafas, dan kematian.

Polio adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan merupakan penyakit yang menular. Dalam kondisi yang parah polio dapat menyebabkan kelumpuhan, kesulitan bernafas, dan kematian. Sebagian besar seseorang yang terinfeksi polio tidak mengalami tanda dan gejala sehingga menyebabkan mereka tidak menyadari telah terinfeksi polio. Virus polio dapat ditularkan melalui air dan makanan yang terkontaminasi atau melalui kontak langsung dengan seseorang yang terinfeksi virus polio

Beberapa jenis polio berdasarkan tanda dan gejala yang terjadi :

Nonparalytic Polio
Polio jenis ini tidak menyebabkan terjadinya kelumpuhan. Gejala yang terjadi pada umumnya ringan seperti flu. Berikut tanda dan gejala yang dapat terjadi hingga 10 hari setelah polio menginfeksi tubuh :
– Demam
– Sakit tenggorokan
– Sakit kepala
– Muntah
– Mengalami kelelahan
– Mengalami kekakuan atau nyeri pada punggung
– Mengalami nyeri atau kekakuan pada leher
– Mengalami  nyeri atau kekakuan pada lengan
– Mengalami kelemahan atau nyeri pada otot
– Mengalami radang selaput otak
 
Paralytic Polio
Polio jenis ini dapat menyebabkan kelumpuhan yang mempengaruhi sumsum tulang belakang (polio tulang belakang), batang otak (polio bulbar) atau keduanya (polio bulbospinal). Tanda dan gejala awal pada paralytic polio hampir sama dengan nonparalytic polio :
– Menghilangnya reflek tubuh
– Mengalami nyeri atau kelemahan otot yang parah
– Mengalami kelemahan pada salah satu sisi tubuh
 
Post-polio syndrome
Sindrome pasca polio merupakan kondisi dimana terjadinya kecacatan setelah infeksi virus polio sudah hilang. Berikut tanda dan gejala umum sindrom pasca polio adalah :
– Mengalami kelemahan dan nyeri pada otot
– Mengalami kelelahan yang berlebihan setelah melakukan kegiatan ringan
– Mengalami penyusutan jaringan otot (atropi otot)
– Mengalami masalah ketika bernafas atau menelan
– Mengalami gangguan tidur seperti mendengkur
– Penurunan toleransi terhadap suhu dingin
– Mengalami masalah pada kognitif seperti sulit untuk berkonsentrasi, kesulitan mengingat
– Mengalami depresi atau emosi menjadi tidak stabil

Vaksin Polio
Terdapat dua jenis vaksin polio yang dapat mencegah terjadinya penyakit polio  yaitu Inactivated Polio Vaccine (IPV) dan Oral Poliovirus Vaccine (OPV). IPV diberikan melalui suntikan dikaki atau lengan yang tergantung pada usia pasien. Vaksin polio dapat diberikan bersamaan dengan vaksin yang lain.
Pada anak-anak vaksin dibagi menjadi 4 dosis :

Dosis pertama diberikan pada usia 2 bulan
Dosis kedua diberikan pada usia 4 bulan
Dosis ketiga diberikan pada usia 6-18 bulan
Dosis lanjutan diberikan pada usia 4-6 tahun

Pada umumnya orang dewasa tidak memerlukan vaksin polio karena sudah mendapatkan vaksin ketika anak-anak. Tetapi terdapat beberapa kondisi yang memiliki faktor resiko dapat terinfeksi polio dan perlu mendapatkan vaksin polio, yaitu :

Bepergian ke daerah yang terjangkit polio sehingga perlu berkonsultasi dengan dokter terkait kebutuhan mendapatkan vaksin polio.
Bekerja pada laboratorium yang memiliki spesimen mengandung virus polio.
Bekerja pada pelayanan kesehatan yang mengharuskan untuk kontak langsung dengan orang yang terinfeksi virus polio.

Orang dewasa yang memiliki faktor resiko tersebut dan belum pernah mendapatkan vaksin polio, seperti :

Dosis pertama dapat diberikan setiap saat
Dosis kedua dapat diberikan 1 sampai 2 bulan setelah pemberian dosis pertama
Dosis ketiga dapat diberikan 6 sampai 12 bulan setelah pemberian dosis kedua

Berkonsultasilah dengan dokter sebelum melakukan  vaksin terkait dengan kondisi tubuh Anda.
Berikut beberapa kondisi yang memerlukan konsultasi dokter terlebih dahulu sebelum mendapatkan vaksin :

Memiliki alergi
Berkonsultasilah dengan dokter apabila memiliki alergi terhadap obat-obatan, makanan, pewarna, dan pengawet.
Anak-anak
Penggunaan vaksin polio tidak dianjurkan untuk bayi dibawah usia 6 minggu.
Pada orang yang lanjut usia
Beberapa obat belum dilakukan penelitian pada orang dengan lanjut usia. Pemberian vaksin polio diharapkan tidak menimbulkan efek samping atau masalah pada lansia.
Kehamilan dan menyusui
Interaksi obat
Berkonsultasi dengan dokter tentang obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Hal ini bertujuan agar dokter dapat meminimalisir terjadinya interaksi antara vaksin dengan obat yang sedang dikonsumsi.
Interaksi makanan, alkohol atau tembakau
Sebelum melakukan vaksin berkonsultasi dengan dokter terkait alkohol yang dikonsumsi, kebiasaan merokok, dan makanan  yang dikonsumsi.
Memiliki keturunan gangguan pada sistem kekebalan tubuh.

Berkonsultasilah dengan dokter jika mengalami beberapa kondisi atau tanda dan gejala terjadinya efek samping setelah penggunaan vaksin seperti :

Diare
Terinfeksi virus
Muntah
Demam
Mengalami sakit atau kelemahan pada tubuh
Pembengkakan ringan dan kemerahan pada tempat yang disuntik

 

Sumber :

http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/polio/basics/causes/con-20030957
https://www.vaccines.gov/diseases/polio/
https://www.cdc.gov/vaccines/vpd/polio/index.html
http://patient.info/health/polio-immunisation
http://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/poliovirus-vaccine-inactivated-injection-route/before-using/drg-20069860