Vaksinasi Campak
Vaksinasi Campak

Vaksinasi Campak

Diposting pada

VAKSINASI CAMPAK

Tentu kita sering mendengar tentang Vaksinasi Campak. Namun ternyata, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian sebelum memberikan vaksin ini kepada putra-putri anda.

Campak adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Campak ditandai dengan gejala seperti demam, pilek, batuk, mata merah, dan sakit tenggorokan. Gejala-gejala tersebut diikuti dengan ruam yang menyebar ke seluruh tubuh. Virus campak adalah virus yang sangat menular dan dapat menyebar di udara melalui batuk dan bersin dari orang yang terinfeksi. Campak dapat dicegah dengan vaksinasi.

Vaksinasi campak diberikan dalam 2 tahap yaitu

Tahap pertama diberikan pada bayi usia 12 sampai 15 bulan.
Tahap kedua diberikan pada bayi usia 4 sampai 6 tahun.

Vaksin campak memiliki tingkat efektifitas hingga 97% untuk mencegah penyakit campak. Berkonsultasilah dengan dokter terkait kondisi kesehatan putra putri anda sebelum memberikan vaksin campak.

Beberapa kondisi yang memerlukan pengawasan dokter sebelum dilakukan vaksinasi :

Memiliki alergi
Berkonsultasilah dengan dokter jika memiliki alergi terhadap obat-obatan tertentu, makanan, pewarna, dan pengawet.
Vaksin pada anak-anak
Vaksin campak tidak dapat digunakan untuk bayi yang berusia dibawah usia 12 bulan kecuali memiliki faktor resiko tinggi untuk terinfeksi campak. Hal ini dilakukan karena sistem kekebalan tubuh yang dimiliki bayi sebelum dilahirkan dapat mengganggu kerja vaksin.
Kehamilan dan menyusui
Interaksi obat
Berkonsultasi dengan dokter tentang obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Hal ini bertujuan agar dokter dapat meminimalisir terjadinya interaksi antara vaksin dengan obat yang sedang dikonsumsi.
Interaksi makanan, alkohol atau tembakau
Sebelum melakukan vaksin berkonsultasi dengan dokter terkait alkohol yang dikonsumsi, kebiasaan merokok, dan makanan  yang dikonsumsi.
Berkonsultasilah dengan dokter jika memiliki riwayat penyakit yang berhubungan dengan kekebalan tubuh.

 

Setelah mendapatkan vaksinasi pada beberapa orang dapat mengalami efek samping. Beberapa kondisi yang menunjukkan tanda dan gejala terjadinya efek samping dari vaksin campak :

Kesusahan bernafas atau menelan
Gatal-gatal pada tubuh atau hanya pada kaki atau tangan
Adanya kemerahan pada kulit terutama disekitar telinga
Pembengkakan pada mata, wajah, atau didalam hidung
Kelelahan yang tidak biasa
Kelemahan pada tubuh secara tiba-tiba.
Demam hingga mencapai 39,40C

Beberapa efek samping tidak memerlukan tindakan atau terapi medis secara khusus karena hanya sebagai bentuk dari proses penyesuaian tubuh dengan vaksin.
Berkonsultasilah dengan dokter atau apoteker untuk mencegah terjadinya efek samping.
Segeralah berkonsultasi dengan dokter jika gejala efek samping terjadi terus-menerus dan mengganggu kegiatan anak anda.

 

Sumber :

http://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/measles-mumps-and-rubella-virus-vaccine-live-subcutaneous-route-intramuscular-route/side-effects/drg-20062140
https://www.vaccines.gov/diseases/measles/
https://www.cdc.gov/measles/vaccination.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *