Tanda-tanda Keguguran

TANDA-TANDA KEGUGURAN

Keguguran merupakan salah satu momen yang tidak menyenangkan pada sebuah keluarga kecil. Banyak faktor yang dapat menjadi penyebabnya. Bahkan pada beberapa kasus, seorang wanita belum sadar sedang hamil saat mengalami keguguran.

Keguguran merupakan istilah yang digunakan untuk kondisi dimana kehamilan berakhir dengan sendirinya. Kondisi ini umumnya terjadi selama trisemester pertama atau tiga bulan pertama kehamilan. Penyebab keguguran bervariasi pada setiap orang, namun umumnya didasari oleh kondisi kesehatan ibu.

Tanda dan Gejala Keguguran
Gejala terjadinya keguguran bervariasi tergantung pada tahap kehamilan. Dalam beberapa kasus, seorang wanita bisa saja belum sempat menyadari sedang hamil namun sudah mengalami keguguran. Berikut beberapa gejala keguguran:

Sakit punggung ringan hingga berat
Mengeluarkan bercak
Pendarahan pada vagina
Nyeri perut yang parah
Timbul kram

Gejala-gejala diatas kemungkinan juga tidak disertai dengan keguguran. Namun, berkonsultasilah dengan dokter untuk memastikan kondisi janin tetap sehat.

Penyebab Terjadinya Keguguran
Selama kehamilan, tubuh akan mendistribusikan hormone and nutrisi ke janin yang sedang berkembang. Umumnya keguguran pada trisemester pertama disebabkan karena janin tidak berkemban secara normal. Beberapa faktor bisa menjadi penyebab kondisi ini.
Faktor Genetik dan Kromosom
Sekitar 50% keguguran disebabkan oleh masalah kromosom. Kesalahan dapat terjadi secara acak seperti kerusakan sel telur atau sperma. Plasenta yang bermasalah juga dapat menyebabkan keguguran. Contoh-contoh kelainan kromosom:

Kematian janin intrauterine
Embrio yang terbentuk tetapi berhenti berkembang. Keguguran pada kondisi ini tidak menimbulkan gejala.
Blighted ovum
Kondisi dimana tidak ada bentuk embrio sama sekali.
Kehamilan mola
Kondisi ini jarang terjadi. Biasanya terdapat pertumbuhan abnormal pada plasenta, bisa juga karena kromosom dari ayah sehingga janin tidak berkembang.
Kehamilan mola parsial
Kondisi ini menyebabkan kelainan plasenta dan janin.

Kondisi Kesehatan
Selain faktor terkait faktor genetic dan kromosom terdapat beberapa faktor lain penyebab keguguran seperti kondisi kesehatan dan gaya hidup. Berikut kondisi yang dapat mengganggu perkembangan janin, seperti:

Kurang asupan gizi
Mengkonsumsi alcohol dan merokok
Usia ibu diatas 35 tahun
Penyakit tiroid yang tidak diterapi
Diabetes mellitus yang tidak terkontrol
Infeksi
Trauma
Kegemukan
Gangguan pada leher rahim
Bentuk rahim tidak normal
Tekanan darah tinggi
Keracunan makanan
Konsumsi obat-obat tertentu

Cara Mencegah Keguguran
Tidak semua kejadian keguguran dapat dicegah, namun hal tersebut bukan menjadi halangan untuk memiliki kehamilan lagi. Berikut beberapa rekomendasi untuk menjaga kesehatan kehamilan:

Menghindari alkohol dan rokok selama kehamilan
Berkonsultasi dengan dokter sebelum mengkonsumsi obat
Mengikuti kelas olahraga untuk meningkatkan kesehatan janin
Menjaga berat badan tetap normal sebelum dan selama kehamilan
Hindari terjadinya infeksi. Cuci tangan sampai bersih dan hindari orang yang sedang sakit
Membatasi jumlah asupan kafein (tidak lebih dari 200 mg per hari)
Mengkonsumsi vitamin prenatal untuk membantu memastikan bahwa ibu dan janin mendapatkan nutrisi yang cukup
Mengkonsumsi makanan yang sehat dengan gizi seimbang

Apakah Setelah Keguguran dapat Hamil Lagi?
Iya. Sekitar 85% wanita yang pernah mengalami keguguran dapat memiliki kehamilan dan kelahiran normal. Mengalami keguguran tidak selalu berkaitan dengan masalah kesuburan. Namun dibeberapa kasus, seorang wanita dapat mengalami keguguran berulang hingga tiga kali atau lebih. Jika seseorang mengalami keguguran berturut-turut, maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter dan harus berhenti berusaha untuk hamil. Hal ini dibutuhkan agar bisa dilakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebab keguguran.

Sumber:

American Pregnancy. (2017, 05 Desember). Miscarriage. Diperoleh 15 Februari 2019 dari: http://americanpregnancy.org/pregnancy-complications/miscarriage/
Healthline. (2016, 22 Desember). Miscarriage. Diperoleh 15 Februari 2019 dari: https://www.healthline.com/health/miscarriage
WebMD. (2017, 13 Juli). Pregnancy and Miscarriage. Diperoleh 15 Februari 2019 dari: https://www.webmd.com/baby/guide/pregnancy-miscarriage#3