Pengaruh Metabolisme Tubuh Pada Berat Badan
Pengaruh Metabolisme Tubuh Pada Berat Badan

Pengaruh Metabolisme Tubuh Pada Berat Badan

Diposting pada

PENGARUH METABOLISME TUBUH PADA BERAT BADAN

Proses metabolisme tubuh merupakan proses alami tubuh untuk mengubah makanan menjadi energi. Energi yang dihasilkan berguna agar fungsi tubuh berjalan sebagaimana fungsinya.

Tentu kita tidak asing dengan istilah metabolisme. Sering kali kita mendengar tentang beberpaa penyakit yang disebabkan oleh perubahan metabolisme tubuh. apakah yang dimaksud dengan metabolisme tubuh? Dan apakah yang mempengaruhi metabolisme tubuh?
Metabolisme tubuh adalah proses dimana tubuh mengubah makanan dan minuman menjadi energi. Selama proses ini, kalori dalam makanan dan minuman  akan bekerja dengan oksigen untuk menghasilkan energi agar tubuh berfungsi dengan baik. Bahkan ketika sedang tidur, tubuh masih membutuhkan energi agar seluruh sistem pada tubuh tetap bekerja seperti pernafasan, sirkulasi darah, produksi hormon, dan perbaikan sel-sel tubuh.

Berikut beberapa faktor yang dapat mempengaruhi metabolisme basal :

Ukuran tubuh dan komposisinya
Seseorang yang memiliki ukuran tubuh besar atau memiliki otot yang banyak akan membakar kalori lebih banyak, meskipun saat beristirahat.
 
Jenis kelamin
Umumnya pria memiliki lemak lebih sedikit dan otot lebih banyak dari wanita. Pada kondisi usia dan berat yang sama, pria akan melakukan pembakaran kalori lebih banyak.
 
Usia
Bertambahnya usia akan menurunkan otot dan lemak, sehingga pembakaran kalori akan semakin berkurang.

Kebutuhan energi untuk fungsi dasar tubuh akan tetap konsisten dan tidak mudah berubah. Metabolisme basal memanfaatkan 70% dari kalori untuk dibakar setiap hari. Selain metabolisme basal, terdapat dua faktor lain yang menentukan jumlah kalori yang dibakar setiap hari :

Proses pengolahan makanan
Mencerna, menyerap, mengangkut dan menyimpan makanan yang dikonsumsi membutuhkan kalori. Untuk proses tersebut membutuhkan sekitar 100-800 kalori yang digunakan setiap hari. Umumnya pengolahan makanan relatif stabil dan tidak mudah berubah.
 
Aktifitas fisik
Aktifitas fisik dan olahraga seperti bermain tenis, berjalan, mengejar anjing dapat berkontribusi untuk membakar sisa kalori setiap hari. Aktifitas fisik merupakan faktor yang mempengaruhi jumlah kalori yang dibakar setiap hari.

Apakah hubungan antara metabolisme tubuh dengan berat badan?
Proses metabolisme merupakan proses alami dan tubuh sudah memiliki pengaturan untuk hal ini. Pada kondisi tubuh tertentu seperti ketika kelenjar tiroid yang tidak aktif dapat menyebabkan metabolisme menjadi lambat. Kenaikan berat badan dipengaruhi oleh kombinasi genetik, kontrol hormonal, pola makan, lingkungan dan gaya hidup termasuk tidur, aktifitas fisik, dan stress.

Peningkatan berat badan dapat terjadi ketika kalori yang dikonsumsi melebihi aktifitas fisik yang dilakukan. Terdapat beberapa orang yang terlihat lebih mudah mengalami penurunan berat badan dari pada yang lain. Ketika pembakaran kalori melebihi jumlah kalori yang dikonsumsi maka akan terjadi penurunan berat badan. Peningkatan pembakaran jumlah kalori dapat terjadi melalui aktifitas fisik dan pengurangan konsumsi kalori.

Faktor dan penanganan penurunan metabolisme
Tedapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan penurunan metabolisme, seperti :

Faktor genetik.
Metabolisme merupakan proses perubahan makanan menjadi energi. Jika pembakaran kalori melambat ketika sedang beristirahat kemungkinan penyebab adalah karena faktor keturunan. Seseorang tidak akan bisa mengubah faktor genetik yang diturunkan maka yang dapat diupayakan adalah perubahan kebiasaan. Salah satu upaya untuk meningkatkan metabolisme tubuh adalah dengan melakukan aktifitas fisik dan olahraga.
 
Faktor hormon.
Perubahan hormon dapat memperlambat penggunaan energi pada tubuh sehingga dapat menyebabkan tubuh mudah lelah. Beberapa kondisi seperti penyakit hormonal yang mempengaruhi metabolisme seperti tiroid yang kurang aktif atau terlalu aktif dan diabetes. Stress juga dapat melepaskan hormon yang dapat memicu penurunan metabolisme. Upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan metabolisme adalah melakukan terapi pengobatan secara teratur dan menjaga pola makan.
 
Susah tidur.
Memiliki tidur yang cukup dan berkualitas dapat menjaga agar metabolise tetap stabil. Ketika susah tidur dan makan pada malam hari maka tubuh akan lebih susah untuk membentuk kalori menjadi energi. Kondisi seperti ini dapat meningkatkan resiko terjadinya diabetes dan obesitas. Cobalah untuk tidur minimal 7-9 jam setiap hari.
 
Pola diet yang salah.
Cara diet dapat mempengaruhi penurunan berat badan. Kekurangan makan dapat memperlambat metabolisme pada tubuh. Terutama ketika tetap berolahraga, hal ini menyebabkan tubuh membakar kalori dalam jumlah yang sedikit. Upayakan untuk melakukan perencanaan yang tepat untuk menurunkan berat badan dengan sehat bukan drastis.
 
Konsumsi garam yang tinggi.
Garam sering digunakan dalam memasak makanan. Konsumsi garam yang tinggi dapat menyebabkan penurunan kadar iodin. Iodin diperlukan untuk membantu mengatur metabolisme. Menggunakan garam beryodium dapat membantu untuk mencegah terjadinya hal tersebut.
 
Konsumsi air yang rendah.
Tubuh membutuhkan oksigen untuk membantu proses pembakaran kalori. Air juga dapat membantu mengurangi makan. Untuk menjaga asupan air dpaat dilakukan dengan mengkonsumsi buah yang memiliki kandungan air tinggi.
 
Tubuh kekurangan kalsium.
Kalsium bukan hanya berfungsi bagus untuk tulang, namun juga merupakan nutrisi yang penting untuk metabolisme. Mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi kalsium seperti susu dan produk susu yang lain. Makanan lain yang merupakan sumber kalsium adalah sereal, jus jeruk, kedelai, salmon, dan tahu.
 
Terapi pengobatan.
Beberapa obat dapat memperlambat metabolisme. Bahkan beberapa pengobatan juga dapat menyebabkan penurunan detak jantung. berkonsultasilah dengan dokter jika terjadi gangguan pada tubuh.
 
Mengurangi karbohidrat.
Mengurangi karbohidrat dapat membantu menjaga berat badan dan membakar lemak dengan cepat. Mengurangi karbohidrat setiap hari dapat menurunkan kadar hormon dan tubuh tidak dapat membakar kalori sesuai dengan kebutuhan tubuh. Konsumsi karbohidrat dari buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian  yang memiliki kaya nutrisi.
 
Menjadi produktif pada malam hari.
Bekerja pada malam hari dapat menyebabkan peruabhan siklus tidur alami pada tubuh. Perubahan tersebut dapat menyebabkan metabolisme tubuh lambat dan masalah lain seperti diabetes dan obesitas.
 
Jadwal makan yang tidak pasti.
Jadwal makan sama penting dengan jenis makanan yang dimakan. Melewatkan jawal makan dan memilih untuk nyemil dapat mengganggu metabolisme tubuh. Memiliki jadwal makan yang pasti dan menepatinya.
 
Stress yang kronis.
Memiliki kondisi yang sedang stress, tubuh akan membentuk hormon kortisol. Tingginya kadar kortisol pada tubuh dapat menyebabkan tubuh sulit membentuk insulin. Hal ini menyebabkan terganggunya metabolisme dan menyebabkan peningkatan berat badan.
 
Mengkonsumsi makanan tinggi lemak.
Makanan tinggi lemak bukan merupakan makanan sehat. Makanan tinggi lemak dapat mengubah metabolisme tubuh. Hal ini dapat menurunkan fungsi insulin sehingga dapat menyebabkan obesitas dan diabetes.

Bicara Diet adalah bicara  makanan sehat. Bicara Diet bukan bicara tentang makan sesedikit mungkin

Sumber :

Mayo Clinic. (2014, 19 September). Metabolism and Weight Loss : How You Burn Calories. Diperoleh 12 April 2017 dari : http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/weight-loss/in-depth/metabolism/art-20046508?pg=1
WebMD. (2016, 26 Mei). 15 Things That Slow Your Metabolism. Diperoleh 12 April 2017 dari : http://www.webmd.com/diet/obesity/ss/slideshow-slow-metabolism
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *