Obesitas Pada Anak-anak Dan Remaja, Bahayakah?

OBESITAS PADA ANAK-ANAK DAN REMAJA, BAHAYAKAH?

Hingga saat ini masih banyak orang yang berpendapat bahwa ‘Anak yang gemuk itu sehat’. Namun apakah tubuh yang gemuk menandakan bahwa anak anda sehat? Apakah hobi makan yang dilakukan anak merupakan pertanda bagus bagi kesehatannya?.

Ibu A : ”Aduuhh… Anaknya gendut banget, lucu deh.. Enak ya nafsu makannya tinggi”
Ibu B :  “Iya.. Anak saya ini makan terus sehari bisa sampai 4-5 kali makan nasinya, sudah kayak orang gede”.

Hingga saat ini masih banyak orang yang berpendapat bahwa “Anak yang gemuk itu sehat”. Namun apakah tubuh yang gemuk menandakan bahwa anak anda sehat? Apakah hobi makan yang dilakukan anak merupakan pertanda bagus bagi kesehatannya?.

Kegemukan merupakan masalah kesehatan yang terjadi ketika seorang anak memiliki berat badan diatas normal jika dibandingkan dengan usia dan tinggi badannya. Penyebab utama kegemukan adalah karena terjadi kondisi yang tidak seimbang antara kalori yang dikonsumsi dan kalori yang dikeluarkan dalam bentuk energi.

Penentuan apakah anak mengalami kegemukan tidak hanya dilihat dari bentuk fisiknya saja, namun juga harus dipertimbangkan seperti tinggi badan, usia dan jenis kelamin.
Langkah terbaik untuk mengetahui apakah anak mengalami kegemukan adalah dengan berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan sebelum mendiagnosa kegemukan pada anak seperti mengukur berat badan dan tinggi untuk menghitung IMT (Indeks Massa Tubuh). Dokter juga akan mempertimbangkan dari faktor usia dan pola pertumbuhan anak.

Penyebab kegemukan pada anak
Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan kegemukan pada anak-anak :

Faktor genetik
Faktor keturunan dari keluarga yang memiliki kelebihan berat badan maka cenderung memiliki resiko kelebihan berat badan. Hal ini terutama dapat terjadi jika dalam keluarga cenderung menyediakan makanan dengan tinggi kalori dan tidak memiliki kebiasaan untuk berolahraga.
Faktor metabolisme
Pola makan
Mengkonsumsi makanan mengandung kalori secara teratur, seperti makanan cepat saji, makanan ringan, kue-kue, permen, dan minuman manis dapat dengan mudah menyebabkan anak-anak mengalami peningkatan berat badan.
Pola aktifitas fisik
Anak-anak yang menghabiskan waktu lebih banyak dengan menonton televisi atau bermain video game memiliki resiko lebih besar mengalami kelebihan berat badan.
Faktor lingkungan
Faktor psikologi diri sendiri
Stress yang terjadi pada orang tua dan keluarga dapat meningkatkan resiko terjadinya kelebihan berat badan. Beberapa anak menyalurkan stress dan emosi melalui makanan.

Komplikasi kegemukan pada anak-anak
Anak-anak yang memiliki kelebihan berat badan dapat menyebabkan masalah kesehatan secara fisik dan psikologis. Dari segi kesehatan secara fisik yang dapat terjadi sebagai akibat dari kegemukan :

Diabetes melitus tipe 2
Kegemukan dan gaya hidup yang sering megkonsumsi makanan mengandung glukosa akan meningkatkan resiko terjadinya diabetes tipe 2.
Gangguan metabolisme
Kegemukan dan peningkatan lemak dapat meningkatkan resiko penyakit jantung, diabetes, dan tekanan darah tinggi.
Peningkatan kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi
Pola makan yang buruk dapat menyebabkan penumpukkan kolesterol dalam darah yang dapat membentuk plak pada pembuluh darah arteri. Plak dapat menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah. Hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung atau stroke.
Gangguan nafas
Anak-anak yang mengalami kegemukan memiliki resiko mengalami gangguan nafas seperti asma, nafas yang berulang kali berhenti ketika tidur atau saat akan mulai tidur dan kesusahan nafas ketika beraktifitas fisik.

Secara psikologis yang dapat terjadi karena kegemukan :

Mengalami bullying atau penindasan.
Anak-anak yang mengalami kegemukan akan lebih sering mendapat ejekan dari teman yang dapat menyebabkan peningkatan resiko depresi dan merasa kehilangan harga diri.
Mengalami masalah pada perilaku
Anak-anak yang mengalami kegemukan memiliki kecemasan dan cara bersosialisasi yang buruk. Masalah-masalah yang mungkin terjadi adalah mereka memiliki kecenderungan membuat gaduh dikelas atau menarik diri dari lingkungan.
Mengalami depresi
Perasaan kehilangan harga diri dapat menyebabkan rasa putus asa yang berakibat dengan terjadinya depresi pada beberapa anak yang mengalami kelebihan berat badan.

Apakah yang dapat dilakukan orang tua ketika mengetahui anaknya mengalami kegemukan?
Keluarga merupakan lingkup lingkungan yang paling kecil namun dapat memberikan dampak yang luar biasa pada anak-anak. Hal ini dapat dimanfaatkan dengan membantu mengubah pola makan dan kegiatan anak. Langkah tersebut bertujuan untuk mengembalikan berat badan anak menjadi normal.

Orang tua dapat mengambil peran untuk menjadi teman berbagi cerita bagi anak dan mendukung anak Anda agar dapat kembali memiliki rasa percaya diri. Orang tua juga harus fokus pada perubahan secara bertahap pada pola makan dan kebiasaan berolahraga anak. Melibatkan seluruh keluarga untuk memulai hidup sehat sehingga anak dengan kegemukan tidak merasa terasingkan.

Selain mengambil peran untuk memperbaiki gangguan psikologi pada anak yang kegemukan, orang tua juga pelu melakukan beberapa langkah untuk mengurangi berat badan sampai pada rentang normal. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan :

Menyediakan lebih banyak buah dan sayuran untuk anak-anak. Mengurangi pembelian kue kering, coklat dan beberapa makanan lain yang mengandung gula dan lemak.
Mengurangi konsumsi minuman manis termasuk jus buah dalam kemasan. Jus buah dalam kemasan memberikan nilai gizi yang rendah namun memiliki kandungan kalori yang tinggi.
Mengurangi konsumsi makanan cepat saji karena memiliki kandungan lemak dan kalori yang tinggi.
Membiasakan anak untuk makan sesuai dengan porsi perutnya dan bukannya berlebihan.
Meningkatkan aktifitas fisik anak-anak seperti bersepeda, lari pagi/sore, senam, dan berenang. Membatasi kebiasaan menonton televisi, bermain video game, dan bermain dengan smartphone.

Berkonsultasilah dengan dokter dalam memantau tumbuh kembang anak. Tubuh yang gemuk bukan merupakan tolok ukur atas kesehatan Anak. Orang tua memiliki peran penting untuk memberi asupan gizi yang seimbang dan memantau makanan yang dikonsumsi oleh anak.

Sumber :

http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs311/en/
https://www.cdc.gov/obesity/childhood/causes.html
https://www.cdc.gov/healthyschools/obesity/facts.htm
http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/childhood-obesity/symptoms-causes/dxc-20268891
http://patient.info/health/obesity-and-overweight-in-children