Mengapa Diperlukan Pemeriksaan Kadar Kolesterol?

MENGAPA DIPERLUKAN PEMERIKSAAN KADAR KOLESTEROL?

Peningkatan kadar kolesterol dalam darah dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung, stroke, dan penyumbatan pada pembuluh darah (atherosclerosis).

Pada usia 20 tahun keatas setiap orang seharusnya melakukan pemeriksaan kolesterol setidaknya satu tahun sekali. Pemeriksaan kadar kolesterol lengkap merupakan pengukuran jumlah kadar kolesterol “baik”, kolesterol “jahat”, dan trigliserida. Peningkatan kadar kolesterol dalam darah dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung, stroke, dan penyumbatan pada pembuluh darah (atherosclerosis).  

Pemeriksaan kolesterol sebaiknya dilakukan setelah berpuasa selama 9-12 jam. Pengukuran kolesterol yang dilakukan meliputi :

Kolesterol total : merupakan pengukuran jumlah total kolesterol dalam darah meliputi Low Density Lipoprotein (LDL) dan High Density Lipoprotein (HDL).
Low Density Lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat merupakan kolesterol yang dapat menumpuk di pembuluh darah arteri dan menyebabkan penyumbatan.
High Density Lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik merupakan kolesterol yang membantu menghilangkan kolesterol jahat dari pembuluh darah arteri.
Trigliserida merupakan perubahan bentuk dari kalori yang tidak terpakai dan disimpan oleh tubuh untuk menyediakan cadangan energi bagi tubuh. Bagi orang yang mengkonsumsi kalori secara berlebihan umumnya akan memiliki kadar trigliserida tinggi. Trigliserida merupakan bentuk lemak dalam darah yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung.

Rentang normal hasil pemeriksaan kolesterol
Kolesterol total

Kadar Kolesterol Total

Kategori

<200 mg/dL Normal 200-239 mg/dL Batas tinggi >240 mg/dL

Tinggi

 

Low Density Lipoprotein (LDL)

Kadar Low Density Lipoprotein (LDL)

Kategori

<100 mg/dL Normal 100-129 mg/dL Mendekati normal 130-159 mg/dL Batas tinggi 160-189 mg/dL Tinggi >190 mg/dL

Sangat tinggi

 

High Density Lipoprotein

Kadar High Density Lipoprotein

Kategori

<40 mg/dL Memiliki resiko tinggi untuk mengalami penyakit jantung 40-59 mg/dL Lebih tinggi, lebih bagus >60 mg/dL

Dapat melindungi dari penyakit jantung

 

Trigliserida
Kadar trigliserida yang normal adalah <150 mg/dL, semakin rendah kadar trigliserida maka semakin baik untuk tubuh. Siapa yang memiliki resiko kadar kolesterol tinggi? Pemeriksaan kolesterol penting dilakukan secara rutin bagi beberapa orang yang memiliki resiko tinggi untuk memiliki kadar kolesterol tinggi, seperti : Memiliki riwayat genetik kadar kolesterol tinggi atau penyakit jantung Memiliki kelebihan berat badan atau obesitas Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan Merokok Jarang melakukan olahraga Memiliki riwayat penyakit seperti diabetes mellitus, penyakit ginjal, dan penyakit jantung Memiliki tekanan darah tinggi Komplikasi kadar kolesterol tinggi Peningkatan kadar kolesterol dapat menyebabkan atherosklerosis karena terjadi penumpukan kolesterol pada pembuluh darah. Penumpukan kolesterol (plak) dapat menghambat peredaran darah di pembuluh darah. komplikasi yang dapat terjadi karena kondisi tersebut meliputi : Nyeri dada Kondisi ini dapat terjadi ketika terjadi gangguan pada pembuluh darah arteri yang berada disekitar jantung. Serangan jantung Kondisi ini dapat terjadi ketika plak pada pembuluh darah disekitar jantung pecah dan menyumbat pembuluh darah. Sehingga menyebabkan aliran darah menuju jantung terhenti maka akan terjadi serangan jantung. Serangan stroke Seranagn stroke memiliki mekanisme sama dnegan serangan jantung. Hanya pembuluh darah yang mengalami gangguan adalah yang berada disekitar otak. Ketika aliran darah menuju otak terhenti maka dapat menyebabkan serangan stroke. Apa yang dapat mempengaruhi kadar kolesterol? Berbagai hal dapat mempengaruhi kadar kolesterol seseorang yang meliputi : Pola makan Mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar lemak jenuh dan kolesterol tinggi dapat menyebabkan menaikkan kadar kolesterol dalam darah. Membatasi makanan yang memiliki kandungan tinggi kolesterol dan lemak jenuh dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Berat badan Kelebihan berat badan dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung. Hal ini juga cenderung mempengaruhi kadar kolesterol. Menurunkan berat badan hingga rentnag normal dapat memabntu menurunkan kadar kolesterol total, LDL, dan trigliserida, serta meningkatkan HDL. Aktifitas fisik Melakukan olahrga selama 30 menit setiap hari dapat membantu menurunkan kadar LDL dan meningkatkan HDL. Aktifitas fisik juga dapat membantu menurunkan berat badan. Faktor keturunan Faktor keturunan dapat membantu menentukan jumlah kolesterol. Faktor usia dan jenis kelamin Bertambahnya usia dapat meningkatkan resiko terjadinya peningkatan kolesterol. Pada wanita yang telah mengalami menopause memiliki resiko peningkatan kolesterol lebih tinggi dari pada pria. Kesehatan itu seperti uang. Kita tidak merasa sehat itu berharga sebelum kita kehilangannya. Pertanyaan anda akan dijawab langsung oleh tenaga kesehatan kami. Kunjungi juga akun Instagram @vivahealthindonesia, Fanpage VivaHealthIndonesia dan Twitter@vivahealthID untuk melihat jadwal kegiatan Apotek Viva di kota Anda dan info kesehatan lainnya.   Sumber : Healthline. Cholesterol Test. Diperoleh 07 Maret 2017 dari : http://www.healthline.com/health/cholesterol-test#PurposeofCholesterolTest3 Mayo Clinic. (2016, 09 Februari). High Cholesterol. Diperoleh 07 Maret 2017 dari : http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-cholesterol/symptoms-causes/dxc-20181874 Medline Plus. (2012). Cholesterol Level :What You Need to Know. Diperoleh 07 Maret 2017 dari : https://medlineplus.gov/magazine/issues/summer12/articles/summer12pg6-7.html