Mencegah Isk Pada Wanita

MENCEGAH ISK PADA WANITA

Penyakit yang umum dialami oleh wanita adalah Infeksi Saluran Kencing. ISK dapat dicegah dengan mengubah kebiasaan sehari-hari, salah satunya seperti menjaga agar daerah kewanitaan tetap kering. Untuk selengkapnya akan dibahas dalam informasi kesehatan ini.

ISK adalah kondisi infeksi di bagian sistem kemih seperti ginjal, saluran kencing, dan kandung kemih. Perempuan memiliki resiko lebih besar mengalami ISK daripada laki-laki. ISK muncul dengan beberapa gejala seperti nyeri pada perut, meningkatnya keinginan buang air kecil atau nyeri saat akan buang air kecil.
Antibiotik merupakan pengobatan lini pertama untuk infeksi saluran kemih (ISK). Jenis obat yang diberikan berdasarkan kondisi kesehatan dan jenis bakteri yang ditemukan dalam urin. Antibiotik dapat membunuh bakteri penyebab ISK secara tuntas dengan terapi pengobatan yang tepat.
Upaya pencegahan dan mengetahui faktor resiko perlu dilakukan karena komplikasi ISK bisa menyebabkan infeksi menyebar hingga ke ginjal.

Apakah Penyebab ISK pada Wanita?
ISK sangat rentan dialami oleh wanita, beberapa hal bisa menjadi penyebab terjadinya ISK:

Membersihkan area kewanitaan dari belakang ke depan. Hal ini bisa terjadi karena bakteri dari anus seperti E. coli dapat masuk kedalam uretra (saluran kencing).
Hubungan seksual juga dapat menyebabkan masuknya bakteri ke saluran kemih.

Apakah Faktor Resiko ISK?
Terdapat faktor resiko yang dapat meningkatkan terjadinya ISK, seperti:

Menunda buang air kecil dan tidak menuntaskannya
Pengunaan antibiotik
Aktifitas seksual
Memiliki diabetes
Penggunaan kateter
Kehamilan
Faktor genetik

Bagaimana Cara Mencegah ISK pada Wanita?
ISK dapat dicegah dengan beberapa hal yaitu:

Hindari untuk menahan kencing dan perlu buang air kecil hingga tuntas
Bersihkan area kewanitaan dari depan ke belakang setelah buang air kecil. Cara ini dapat mencegah bakteri yang terdapat pada anus tidak masuk ke saluran kemih.
Mengkonsumsi banyak air. Ini adalah cara paling sederhana untuk mencegah ISK karena dengan mengkonsumsi banyak air maka akan mengusir bakteri keluar sebelum masuk hingga ke kandung kemih dan saluran kemih.
Bersihkan area kewanitaan dengan air mengalir bukan yang ditaruh dalam bak atau ember
Hindari penggunaan produk seperti sabun kewanitaan karena produk tersebut dapat menyebabkan iritasi
Bersihkan area kewanitaan dan area genital pasangan sebelum berhubungan seks dengan menggunakan sabun. Tindakan ini dapat mencegah bakteri masuk ke dalam saluran kemih ketika berhubungan seks.
Buang air kecil setelah melakukan hubungan seks untuk membuang bakteri yang mungkin masuk kedalam saluran kencing.
Menjaga daerah kewanitaan tetap kering setelah buang air kecil dan mengenakan pakaian katun atau longgar. Kondisi kewanitaan yang lembab dapat menyebabkan partumbuhan bakteri.

Sumber:

Mayo Clinic. (2017, 25 Agustus). Urinary Tract Infection (UTI). Diperoleh 05 Desember 2018 dari: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/urinary-tract-infection/symptoms-causes/syc-20353447
WebMD. (2017, 01 Januari). Best Ways to Help Prevent UTIs. Diperoleh 05 Desember 2018 dari: https://www.webmd.com/women/guide/avoid-uti#2
WebMD. (2018, 17 April). Best Ways to Help Prevent UTIs. Diperoleh 05 Desember 2018 dari: https://www.webmd.com/women/uti-risks#2