Infeksi Ginjal

INFEKSI GINJAL

Infeksi ginjal sangat rentan dialami oleh wanita terutama Ibu hamil. Upaya pencegahan terhadap terjadinya infeksi ginjal adalah dengan tidak menunda buang air kecil.

Infeksi ginjal atau dalam bahasa medis disebut dengan pyelonephritis merupakan jenis infeksi saluran kemih yang umumnya dimulai pada uretra atau kandung kemih dan masuk ke ginjal. Dibutuhkan penanganan yang tepat untuk infeksi ginjal karena dapat merusak ginjal secara permanen atau bakteri dapat menyebar ke aliran darah dan menyebabkan infeksi yang dapat menyebabkan kematian.
Tubuh memiliki dua ginjal yang terdapat satu disisi kanan dan kiri perut yang mengarah ke belakang perut. Ginjal membuat urine dengan mengosongkan tabung yang berada dia antara kandung kemih dan ginjal (ureter). Utine disimpan ke dalam kandung kemih dan dikeluarkan lewat tabung dari kandung kemih dari waktu ke waktu saat melakukan buang air kecil.

Penyebab infeksi ginjal
Pada umumnya infeksi ginjal terjadi ketika bakteri memasuki saluran kemih melalui tabung yang berisi urin dan mulai berkembang biak.  Bakteri dan infeksi yang terdapat dari bagian tubuh lain dapat menyebar melalui darah menuju ginjal.

Beberapa infeksi ginjal terjadi tanpa infeksi kandung kemih. Terkadang disebabkan karena masalah ginjal, seperti ketika seseorang lebih rentan mengalami infeksi ginjal karena memiliki batu ginjal atau kelainan ginjal.

Infeksi ginjal dapat terjadi pada segala usia dan umumnya hanya satu ginjal yang mengalami infeksi. Hal ini lebih umum terjadi pada wanita karena wanita lebih beresiko terkena infeksi kandung kemih. Pada wanita, uretra terletak lebih dekat dengan anus sehingga mempermudah bakteri masuk dari usus ke uretra. Uretra wanita juga lebih pendek daripada pria, sehingga bakteri lebih mudah mencapai kandung kemih. Infeksi ginjal juga lebih sering terjadi pada anak-anak, orang lanjut usia dan selama kehamilan.

Bagaimana tanda dan gejala infeksi ginjal?
Tanda dan gejala pada infeksi ginjal meliputi :

Mengalami demam hingga menggigil
Mengalami nyeri pada bagian belakang, panggul atau pangkal paha
Mengalami sakit perut
Mengalami sering buang air kecil
Keinginan buang air kecil sangat kuat (anyang-anyangan)
Mengalami sensasi terbakar atau rasa sakit saat buang air kecil
Terdapat darah atau pus dalam urin
Urine menjadi berbau tidak sedap
Mengalami mual atau muntah
Mengalami diare

 

Apakah faktor resiko infeksi ginjal?
Terdapat beberapa kondisi yang dapat meningkatkan terjadinya infeksi ginjal:

Anatomi wanita
Wanita memiliki resiko infeksi ginjal lebih besar dibanding pria. Uretra wanita jauh lebih pendek dari pada pria sehingga bakteri memiliki jarak yang lebih pendek untuk mencapai uretra. Letak uretra dengan vagina yang dekat juga dapat meningkatkan resiko bakteri masuk ke kandung kemih. ketika infeksi sudah mencapai kandung kemih maka akan lebih mudah menginfeksi ginjal. Wanita yang hamil memiliki resiko mengalami infeksi ginjal lebih tinggi.
 
Terdapat halangan pada saluran kemih
Terdapat kondisi kesehatan dimana terjadi perlambatan aliran urin atau berkurangnya kemampuan untuk mengosongkan kandung kemih saat buang air kecil dapat meningkatkan resiko infeksi ginjal seperti batu ginjal, kelainan pada sistem saluran kemih, pembesaran kelenjaran prostat.
 
Memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah
Terdapat kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan tubuh mengalami penurunan kekebalan tubuh seperti diabetes, HIV. Penurunan kekebalan tubuh dapat meningkatkan resiko terjadinya infeksi ginjal.
 
Kerusakan saraf disekitar kandung kemih
Mengalami kerusakan saraf atau tulang belakang dapat menghalangi tubuh merasakan gejala dari infeksi kandung kemih. Hal ini menyebabkan terjadi penyebaran hingga ke ginjal.
 
Penggunaan kateter urin yang berkepanjangan
Kateter urin merupakan tabung yang digunakan untuk mengalirkan urin dari kandung kemih.
 
Kondisi yang dapat menyebabkan urin mengalir pada jalan yang salah

Penanganan infeksi ginjal
Penanganan infeksi ginjal dapat dilakukan dengan pengobatan medis yang meliputi :

Penggunaan antibiotik
Antibiotik merupakan penanganan lini pertama untuk mengatasi infeksi ginjal. Penggunaan antibiotik memerlukan rekomendasi dan resep dari dokter untuk mengetahui dosis yang tepat dan rentang waktu penggunaan yang efektif.
 
Penggunaan obat anti nyeri
Berkonsultasilah dengan dokter atau apoteker tentang penggunaan obat anti nyeri selama mengalami infeksi ginjal karena beberapa obat antinyeri dapat memberikan efek samping memperparah kondisi ginjal.
 
Mengkonsumsi cairan secukupnya untuk mencegah terjadinya dehidrasi
Pada beberapa kondisi yang parah, diperlukan untuk melakukan rawat inap di rumah sakit. Namun pada kondisi ringan dapat dilakukan perawatan dirumah. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mengembalikan fungsi ginjal :
– Memberikan kompres hangat pada perut, punggung, atau samping untuk mengurangi rasa tertekan atau nyeri.
– Berkonsultasi dengan Apoteker untuk menggunakan obat anti nyeri.
– Mengkonsumsi banyak cairan akan membantu menghilangkan bakteri pada salurang kemih. Menghindari kopi dan alkohol selama mengalami infeksi karena dapat memperparah keinginan untuk buang air kecil.

Bagaimana upaya pencegahan untuk infeksi ginjal?
Terdapat beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi resiko terjadinya infeksi ginjal, meliputi :

Mengkonsumsi banyak cairan terutama air putih. Minum air putih dapat membantu menghilangkan bakteri dari tubuh ketika buang air kecil.
Menghindari untuk menunda buang air kecil ketika sudah merasakan dorongan untuk buang air kecil.
Mengosongkan kandung kemih ketika setelah berhubungan intim dengan buang air kecil. Hal ini dapat menurunkan resiko terjadinya infeksi ginjal.
menyeka dari depan ke belang dengan air bersih setelah buang air kecil dan setelah buang air besar untuk mencegah penyebabran ke uretra.
Menghindari penggunaan produk pembersih area kewanitaan karena dapat mengiritasi uretra.

Kesehatan tubuh ada ditangan kita sendiri.

Pertanyaan anda akan dijawab langsung oleh tenaga kesehatan kami. Kunjungi juga akun Instagram @vivahealthindonesia, Fanpage VivaHealthIndonesia dan Twitter@vivahealthID untuk melihat jadwal kegiatan Apotek Viva di kota Anda dan info kesehatan lainnya.

 

Sumber :

Mayo Clinic. (2014, 16 Agustus). Kidney Infection. Diperoleh 25 April 2017 dari : http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/kidney-infection/basics/prevention/con-20032448
Patient. (2016, 01 April). Kidney Infection (Pyelonephritis). Diperoleh 25 April 2017 dari : https://patient.info/health/kidney-infection-pyelonephritis