Bagaimana Cara Memilih Suplemen Herbal Yang Aman?

BAGAIMANA CARA MEMILIH SUPLEMEN HERBAL YANG AMAN?

Tumbuhan memiliki banyak manfaat terutama dalam membantu menjaga kesehatan manusia. Namun terdapat beberapa kondisi yang memerlukan konsultasi dokter terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi suplemen herbal, seperti sedang mengkonsumi obat yang diresepkan oleh dokter, sedang hamil atau menyusui, akan mengalami atau setelah operasi, dan berusia dibawah 18 tahun atau diatas 65 tahun.

Suplemen herbal apa yang anda ketahui??

Ginkgo biloba yang berfungsi untuk menjaga daya ingat, bawang putih yang berfungsi untuk menurunkan tekanan darah, atau Echinacea yang berfungsi untuk mencegah pilek. Pada umumnya suplemen herbal berasal dari tumbuhan. Tumbuhan telah banyak digunakan untuk tujuan pengobatan. Namun, suplemen herbal belum melewati pengawasan ilmiah yang diatur secara ketat sebagai obat.

Di Indonesia suplemen atau obat herbal dibagi menjadi 4 jenis :

Obat tradisional
Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut, yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. Contohnya seperti jamu gendong atau pembuatan obat tradisional dirumah.
Obat herbal terstandar
Obat herbal terstandar adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan bahan bakunya telah distandarisasi.
Fitofarmaka
Fitofarmaka adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik, bahan baku, dan produk jadinya telah distandarisasi.
Sediaan galenik/Ekstrak
Sediaan galenik atau ekstrak adalah sediaan kering , kental, atau cair yang dibuat dengan menyari simplisia nabati atau hewani menurut cara yang cocok, diluar pengaruh cahaya matahari langsung.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika akan mengkonsumsi suplemen herbal :

Dapatkan suplemen herbal ditempat yang paling terjamin, yaitu di Apotek. Penyimpanan obat atau suplemen lebih terjamin sehingga suplemen yang diterima dalam kondisi yang baik.
Perhatikan informasi yang terdapat pada brosur dan kemasan. Pahami komposisi suplemen herbal yang akan dikonsumsi. Jika ada komposisi yang tidak dimengerti maka berkonsultasilah dengan Dokter atau Apoteker.
Pastikan suplemen herbal yang akan dikonsumsi memiliki ijin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Mengikuti rekomendasi dokter atau apoteker tentang penggunaan obat atau suplemen herbal yang dikonsumsi.
Melakukan pemantauan terhadap tubuh dengan hanya menggunakan 1 jenis suplemen herbal untuk memastikan efektivitasnya pada tubuh.

Beberapa orang yang memiliki kondisi khusus harus melakukan konsultasi dengan Dokter, meliputi :

Sedang mengkonsumsi obat yang diresepkan oleh dokter atau obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Beberapa bahan herbal dapat memberikan efek samping yang serius jika berinteraksi dengan obat medis. Berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi  obat atau suplemen herbal.
Sedang pada kondisi hamil atau menyusui. Obat yang aman dikonsumsi oleh orang dewasa belum tentu aman untuk dikonsumsi oleh wanita yang sedang hamil dan menyusui. Hal ini berbahaya karen kemungkinan dapat berdampak pada bayi dalam kandungan atau yang sedang menyusui. Berkonsultasilah dengan dokter agar bahan herbal yang Anda gunakan dapat dipastikan aman dikonsumsi.
Akan mengalami atau setelah mengalami operasi pembedahan. Banyak suplemen herbal dapat mempengaruhi keberhasilan operasi pembedahan. Beberapa bahan herba dapat menurunkan efektivitas obat bius atau anastesi atau menyebabkan komplikasi berbahaya seperti pendarahan atau peningkatan tekanan darah. Berkonsultasilah dengan dokter untuk memastikan bahwa obat herbal yang dikonsumsi tidak mempengaruhi proses operasi pembedahan dan setelah proses operasi pembedahan.
Seseorang yang berusia dibawah 18 tahun atau diatas 65 tahun. Beberapa suplemen herbal sudah mengalami pengujian dan dinyatakan aman untuk anak-anak. Namun kemungkinan dapat dimetabolisme berbeda pada orang lanjut usia.

 

Pastikan suplemen, vitamin, dan obat herbal yang Anda konsumsi memiliki ijin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Pertanyaan anda akan dijawab langsung oleh tenaga kesehatan kami. Kunjungi juga akun Instagram @vivahealthindonesia, Fanpage VivaHealthIndonesia dan Twitter@vivahealthID untuk melihat jadwal kegiatan Apotek Viva di kota Anda dan info kesehatan lainnya.

Sumber :

Mayo Clinic. (2014, 14 November). Herbal Supplements: What to Know Before You Buy. Diperoleh 15 Maret 2017 dari : http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/herbal-supplements/art-20046714?pg=1 
Unit Layanan Pengaduan Konsumen Badan POM RI. Definisi Obat Tradisional, Jamu, Obat Herbal Terstandar, Fitofarmaka dan Sediaan Galenik. Diperoleh 15 Maret 2017 dari : http://ulpk.pom.go.id/ulpk/home.php?page=faq&faq=obattradisional&id=440