Tes Kesehatan Untuk Pria Sebelum Menikah

Diposkan oleh : pada tanggal 30 Oct. 2017 Kategori kesehatan

Jika Anda akan segera melaksanakan pernikahan, ada baiknya untuk mempersiapkan segala sesuatu dengan benar dan tepat. Selain bagaimana mempersiapkan detail pernikahan mulai dari konsep, pakaian, resepsi dan lainnya, yang tidak boleh diabaikan lainnya adalah tes kesehatan. Tes kesehatan bagi pasangan yang akan menikah ini wajib dilakukan sebab kondisi kesehatan akan mempengaruhi bagaimana proses kehamilan dan kesehatan anak hingga cucu Anda nantinya.

Selama ini di kalangan masyarakat mengenal beragam jenis tes kesehatan yang dilakukan untuk pihak perempuan saja. Akan tetapi, pihak pria juga wajib melakukan tes ini. Hal ini dikarenakan pria juga ikut andil dalam menurunkan suatu kondisi (penyakit tertentu_ dalam sebuah lingkup keluarga.

Walaupun pemeriksaan kesehatan bisa dilakukan sebelum merencanakan program kehamilan, dengan melakukan tes kesehatan pra-nikah juga ada baiknya. Dengan begini, masing-masing pihak bisa mengetahui bagaimana perencanaan membangun rumah tangga menjadi lebih matang. Dengan perencanaan matang dan tes kesehatan yang sudah dilakukan dengan hasil baik, tentunya hal tersebut akan membantu untuk mengetahui ada tidaknya resiko berbahaya atau sebaliknya dari kesehatan kedua calon mempelai. Salah satu contoh misalnya saat di usia berapa Anda dan pasangan mencoba hamil, atau apakah ada penyakit tertentu yang harus terlebih dahulu dilakukan pengobatan sebelum mengusahakan program kehamilan.

Tes Kesehatan Untuk Pria Sebelum Menikah

Berikut ini adalah jenis-jenis Tes Kesehatan Untuk Pria Sebelum Menikah.

1. Tes darah.

Darah menyimpan banyak informasi tentang si empunya tubuh. Jenis tes darah umumnya dilakukan sebelum menikah adalah pemeriksaan darah lengkap untuk mengetahui tentang gambaran kesehatan individu secara umum dan mendeteksi kondisi Anemia, Polisitemia, maupun Leukemia.

Golongan darah maupun rhesus juga diperiksa. Hal ini sangat penting untuk mengetahui bagaimana kecocokan rhesus dan efeknya terhadap ibu dan bayi. Jika calon pasangan memiliki rhesus yang berbeda, kemungkinan ibu akan mengandung anak dengan rhesus yang berbeda. Hal ini berdampak pada kesehatan anak dalam kandungan karena dapat merusak sel darah dan menyebabkan anemia dan cacat organ dalam bayi.

2. Tes penyakit kelamin, dan penyakit menular seksual.

Menjalani tes penyakit kelamin sebelum dan seterusnya setelah menikah merupakan cara yang ideal untuk suami istri saling terbuka seputar status kesehatan mereka yang terbaru dan paling akurat. Ini bukan soal masalah kecurigaan dan ketidakpercayaan semata, melainkan soal menghormati satu sama lain. Ini merupakan faktor penting jika Anda ingin terus maju mengarungi bahtera rumah tangga yang berkualitas.

Tes penyakit kelamin dapat mendeteksi berbagai penyakit kelamin seperti sipilis, gonore, HPV, dan HIV yang umumnya tidak menunjukkan gejala. Jika tidak dideteksi dini, penyakit seksual bisa menyebabkan ketidaksuburan, bahkan kanker. Beberapa penyakit kelamin ini juga dapat diturunkan ke anak Anda nantinya, baik perpindahan infeksi saat melahirkan atau berwujud komplikasi cacat lahir.

3. Tes genetik.

“Bakat” penyakit ternyata dapat diturunkan dari orangtua ke anak. Bahkan, di beberapa kasus yang terjadi penyakit keturunan juga bisa meloncati satu generasi, dari kakek-nenek langsung ke cucunya.

Dengan melakukan tes genetik Anda bisa mendeteksi apakah Anda memiliki “bibit” penyakit yang bisa diturunkan ke anak-cucu Anda nantinya. Dan jika ya, seberapa besar risiko keturunan Anda untuk mendapatkannya Beberapa penyakit genetik yang cukup umum diturunkan misalnya asma, penyakit jantung, diabetes, kanker, depresi hingga yang langka seperti Down syndrome, buta warna, thalassemia, dan anemia sel sabit.

4. Cek kesuburan.

Masalah ketidaksuburan bukan menjadi beban yang hanya ditanggung oleh pihak perempuan, tapi pihak pria juga memiliki risiko yang sama besarnya terhadap hal yang satu ini. Dalam sebuah penelitian bahkan memperkirakan 30% masalah ketidaksuburan dalam pernikahan disebabkan oleh pihak laki-laki.

Itulah mengapa pentingnya bagi calon mempelai pria untuk harus menjalani tes kesehatan sebelum menikah, terutama menjalani analisis air mani. Dengan melakukan cek kesuburan, kualitas sperma Anda bisa diketahui pasti. Jika hasilnya menampilkan kelainan sperma yang bisa bikin pria tidak subur, dokter dapat membantu Anda dan pasangan merencanakan kehamilan lewat cara-cara lain. Misalnya dengan program bayi tabung.

5. Konseling dan dukungan psikologis.

Satu hal yang tidak boleh terlewatkan adalah dalam runutan cek kesehatan sebelum menikah bagi laki-laki adalah bimbingan konseling psikolog. Pemeriksaan ini penting terkait untuk menilai seberapa kesiapan mental Anda untuk menjadi kepala keluarga. Jika dalam bimbingan konselting ditemukan tanda-tanda pada diri Anda yang berpotensi menimbulkan stres dalam rumah tangga nantinya, maka terapis bisa menyarankan Anda untuk menjalani terapi dan bimbingan untuk meminimalisasi terjadinya konflik di kemudian hari.

Konseling juga penting untuk mendeteksi risiko penyakit jiwa, terutama mengenali tanda-tanda depresi pada pria. Depresi merupakan penyakit yang bisa menimpa siapapun. Namun efeknya mungkin akan lebih fatal pada pria karena kebanyakan pria tidak menyadari gejalanya atau bahkan menutup-nutupinya. Pria lebih rentan bunuh diri akibat depresi yang tidak tertangani. Meskipun jumlah perempuan yang mencoba bunuh diri tiga kali lipat daripada laki-laki, namun ternyata, jumlah laki-laki yang benar-benar melakukan bunuh diri adalah empat kali lebih banyak daripada perempuan. Di samping itu, adanya riwayat keluarga depresi di keluarga Anda akan memungkinkan terjadinya peningkatan risiko terjadinya depresi pada anak Anda.

Jika Anda memiliki keraguan untuk menjalani tes kesehatan, ada baiknya untuk melakukannya dengan ditemani calon istri agar jika terjadi kemungkinan gangguan kesehatan, bisa langsung dikomunikasikan dengan baik.

Posted by Hani.

Tes Kesehatan Untuk Pria Sebelum Menikah Kenmore 17" Microwave
Rated 3.5 / 5 based on 11 customer reviews
Jika Anda akan segera melaksanakan pernikahan, ada baiknya untuk mempersiapkan segala sesuatu dengan benar dan tepat. Selain bagaimana mempersiapkan detail pernikahan mulai dari konsep, pakaian, resepsi dan lainnya, yang tidak boleh diabaikan lainnya adalah...
kesehatan - by ,
4/ 5stars

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *