Mitos Seputar Konsumsi Makanan Laut / Seafood

Diposkan oleh : pada tanggal 30 Apr. 2018 Kategori Makanan Sehat

Apakah Anda adalah salah satu penggemar seafood? Jika iya, mari simak artikel menarik berikut ini.

Seafood termasuk salah satu makanan yang berasal dari lautan, diantaranya terdiri dari ikan, cumi, kepiting, udang dan lainnya yang memiliki rasa lezat dan kaya akan kandungan gizi serta nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Seafood juga digemari oleh hampir semua kalangan usia. Pada umumnya, pengolahan makanan laut ini juga sangat beragam, bisa direbus, dikukus, digoreng, dibakar, atau dimakan mentah.

Mitos Seputar Konsumsi Makanan Laut / Seafood

Namun karena popularitasnya, beredar pula beberapa mitos tentang seafood di sebagian kalangan masyarakat. Apakah mitos-mitos tersebut?

1. Makan aneka seafood menyebabkan kolesterol naik.

Hal yang satu ini tidak sepenuhnya benar. Sebagian besar seafood memang mengandung kolesterol jahat. Namun, fakta sebenarnya adalah seafood juga mengandung kolesterol baik. Jika dikonsumsi dalam batas wajar, seafood tak akan menyebabkan kolesterol tinggi.

Selain itu, agar konsumsi seafood tidak menyebabkan meningkatnya kadar kolesterol dalam tubuh, cara pengolahan seafood perlu diperhatikan. Usahakan untuk mengonsumsi seafood dengan cara direbus atau dikukus. Ada baiknya untuk menghindari memasaknya dengan cara digoreng karena akan meningkatkan kadar kolesterol di dalamnya.

2. Makan ikan menyebabkan keracunan merkuri.

Sebagian ikan laut memang mengandung merkuri. Jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan akibatnya bisa menyebabkan keracunan merkuri, terutama akan menimbulkan gejala gangguan saraf. Namun, tidak semua ikan mengandung merkuri tinggi. Perlu Anda ketahui jika jenis ikan yang mengandung merkuri tinggi di antaranya adalah hiu, ikan makarel raja, ikan pedang, dan ikan tuna sirip kuning, yang lebih baik tidak dikonsumsi. Adapun seafood yang kadar merkurinya rendah, diantaranya ikan salmon, tuna, sarden, dan udang. Jenis makanan laut ini dapat dikonsumsi hingga 340 miligram dalam satu minggu. Merkuri hingga 5 miligram per liter aman dan tidak akan menimbulkan gangguan apa pun di dalam tubuh.

3. Dilarang makan / minum jus jeruk setelah makan seafood.

Banyak orang yang meyakini jika jeruk tidak boleh dikonsumsi setelah menikmati hidangan seafood karena dapat mengakibatkan keracunan. Mitos ini sama sekali tidak benar. Faktanya, mengonsumsi jeruk atau makanan lain yang tinggi Vitamin C bersama dengan seafood justru merupakan hal yang baik. Ini karena makanan yang tinggi Vitamin C akan menghambat penyerapan lemak di usus. Perlu diperhatikan yaitu menghindari penggunaan gula saat mengonsumsi minuman bersama seafood. Konsumsi ini secara bersamaan dapat meningkatkan gula darah yang bisa mengakibatkan kadar kolesterol meningkat.

4. Ikan beku tidak mengandung gizi.

Produk seafood beku banyak tersedia di pasaran. Mulai dari ikan dori fillet, scallops, udang, dan lainnya. Sayangnya, banyak orang yang meyakini jika makanan beku identik dengan nutrisinya yang sudah rusak sehingga dianggap tak bergizi lagi. Hal ini tidak benar. Jika makanan laut beku diolah dan didistribusikan dengan cara yang benar, maka nutrisinya tak jauh berbeda dengan makanan laut segar. Adapun saat mengolah ikan beku, yang penting untuk diperhatikan tidak lain adalah cara mencairkannya. Untuk mencairkan ikan beku, hindari perubahan suhu yang ekstrem agar nutrisinya tidak rusak. Oleh karena itu, sebaiknya pencairannya dilakukan perlahan, yaitu dengan cara memindahkan ikan beku dari freezer ke lemari pendingin bagian bawah dulu hingga mencair, baru ikan dikeluarkan dari kulkas dan dimasak.

5. Ibu hamil tidak boleh makan ikan.

Mitos kelima tentang seafood ini tidak sepenuhnya benar. Ikan sebenarnya baik untuk dikonsumsi ibu hamil karena kandungan protein yang tinggi di dalamnya. Bukan hanya itu saja, omega-3 pada ikan juga baik untuk tumbuh kembang janin. Hal yang perlu dikhawatirkan oleh ibu hamil saat mengonsumsi seafood adalah kandungan merkurinya, yang dapat mencederai janin dalam kandungan. Agar ibu hamil tetap dapat mendapatkan manfaat optimal dari seafood, sebaiknya konsumsi yang kadar merkurinya rendah. Selain itu, hindari mengonsumsi ikan mentah seperti pada hidangan sashimi. (sumber dari klikdokter).

Ingat untuk jangan mudah percaya dengan mitos-mitos seputar seafood yang beredar di masyarakat. Agar mendapatkan manfaat baik dalam mengonsumsi seafood bagi kesehatan secara optimal, pilihan yang rendah merkuri juga perhatikan cara memasaknya. Jangan lupa untuk mengimbanginya dengan asupan nutrisi lain yang tak kalah penting, serta mengombinasikannya dengan olahraga secara rutin.

Mitos Seputar Konsumsi Makanan Laut / Seafood Kenmore 17" Microwave
Rated 3.5 / 5 based on 11 customer reviews
Apakah Anda adalah salah satu penggemar seafood? Jika iya, mari simak artikel menarik berikut ini. Seafood termasuk salah satu makanan yang berasal dari lautan, diantaranya terdiri dari ikan, cumi, kepiting, udang dan lainnya yang...
Makanan Sehat - by ,
4/ 5stars

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *