Lebih Bahaya Rokok Elektrik atau Rokok Tembakau?

Diposkan oleh : pada tanggal 25 Nov. 2016 Kategori Gaya Hidup Sehat

Beberapa bulan belakangan ini muncul kabar bahwa rokok elektrik dianggap lebih aman dibanding rokok tembakau. Apakah benar? dan sudahkah ada izin dari BPOM dan WHO? Mari kita cari tahu penjelasan mengenai  rokok elektrik dan tembakau.

Benarkah, Rokok Elektrik Lebih Aman dibanding Rokok Tembakau?

Lebih Bahaya Rokok Elektrik atau Rokok Tembakau?

Rokok elektrik atau sering disebut dengan vape atau e-cigarette awalnya diciptakan di China pada tahun 2003 oleh seorang apoteker untuk mengurangi asap rokok dan menjadi salah satu cara membantu orang untuk berhenti merokok. Vape terdiri dari sebuah baterai, cartridge yang berisi cairan dan sebuah elemen pemanas yang dapat menghangatkan dan menguapkan cairan tersebut ke udara.

Namun, menurut dr. Naoki Kunugita yang merupakan seorang peneliti dari National Institute of Public Health di Jepang mengungkapkan bahwa dalam salah satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen (kelompok zat yang secara langsung dapat merusak DNA, mempromosikan atau membantu kanker) dibandingkan satu batang rokok biasa.

Tjandra Yoga Aditama selaku Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan menjelaskan dalam siaran persnya bahwa larutan nikotin yang terdapat pada rokok elektrik memiliki komposisi yang berbeda-beda dan secara umum ada 4 jenis campuran. Namun semua jenis campuran tersebut mengandung nikotin, propilen glikol.

CNN Indonesia juga mengatakan bahwa bahaya vape termasuk menyebabkan terjadinya keracunan akut nikotin dan adanya kasus kematian anak. Tak hanya rokoknya yang berbahaya, uap yang terhirup dapat menimbulkan serangan asma, sesak napas, dan batuk. Rokok ini juga berbahaya untuk penderita pneumonia, gagal jantung, disorientasi, kejang, hipotensi, sampai luka bakar akibat meledaknya rokok elektrik dalam mulut.

Tidak hanya itu, BPOM memperingatkan kepada masyarakat bahwa rokok elektronik yang beredar di pasaran saat ini merupakan ilegal dan belum bisa dipertanggung jawabkan kandungan zat berbahayanya. Kebanyakan rokok ini mengandung zat propilen glikol, dieter glikol, nikotin dan gliserin pada pelarutnya. Sehingga, hal ini berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Selain dari BPOM, peringatan dari WHO selaku Badan Kesehatan di Dunia menyarankan agar tidak menghisap E Cigaret ini di dalam ruangan karena walaupun tidak mengeluarkan asap layaknya rokok biasa, namun rokok elektronik ini mengeluarkan uap yang jauh lebih berbahaya bagi kesehatan anda dan para perokok pasif.

Di Indonesia sendiri, regulasi tentang rokok elektronik sedang digodog oleh pemerintah. Namun, badan kesehatan dunia (WHO) meminta kepada negara-negara di seluruh dunia untuk melarang penjualan rokok elektronik terutama kepada anak-anak, ibu hamil dan wanita usia produktif. Meskipun penelitian akan rokok elektronik masih kurang, ancaman serius terhadap kesehatan ada.

| Lebih Bahaya Rokok Elektrik atau Rokok Tembakau?

Lebih Bahaya Rokok Elektrik atau Rokok Tembakau? Kenmore 17" Microwave
Rated 3.5 / 5 based on 11 customer reviews
Beberapa bulan belakangan ini muncul kabar bahwa rokok elektrik dianggap lebih aman dibanding rokok tembakau. Apakah benar? dan sudahkah ada izin dari BPOM dan WHO? Mari kita cari tahu penjelasan mengenai  rokok elektrik dan...
Gaya Hidup Sehat - by ,
4/ 5stars

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *