Gangguan Makan Yang Biasa Dialami Remaja

Diposkan oleh : pada tanggal 24 May. 2018 Kategori Anak dan Kehamilan Masalah Kesehatan

Gangguan kesehatan mental pada umumnya dapat terjadi pada siapa saja. Bahkan, dimulai usia anak-anak hingga usia remaja awal 20an. Salah satunya yaitu Skizofrenia serta gangguan bipolar. Jika Anda mengalami gangguan kecemasan saat dewasa, akan ada setidaknya 90% peluang jika Anda sudah memilikinya sejak remaja namun Anda tidak pernah menyadarinya. Akan tetapi, bukan hanya pGangguan Makan Yang Biasa Dialami Remajaenyakit mental saja yang rawan muncul saat remaja, gangguan lainnya seperti gangguan makan pada remaja juga menjadi salah satu kasus kesehatan yang cukup sering ditemui. Apa saja jenis-jenis gangguan makan pada remaja, dan apa yang menyebabkannya muncul?

Penyebab munculnya gangguan makan pada remaja bisa terjadi karena pengaruh teman sebaya serta media sosial begitu kuat pada bagaimana anak-anak remaja yang kemudian membentuk kepribadiannya. Selain itu, paparan terhadap stereotipe badan ideal yang “kurus-tinggi-langsing” membuat mereka sangat takut untuk menjadi gemuk sehingga sangat memperhatikan dan mengutamakan bagaimana bentuk tubuh mereka.

Hal inilah yang akhirnya membuat banyak remaja yang mengubah kebiasaan makan mereka dan akhirnya terobsesi. Pada akhirnya, yang tadinya mungkin hanya berupa “diet sehat” malah berubah jadi gangguan makan serius akibat dari pengaruh-pengaruh ini. Perlu diingat jika gangguan makan merupakan kondisi kesehatan nyata yang memiliki dampak buruk bagi kesehatan remaja yang sedang dalam masa emas pertumbuhan.

Adapun, jenis-jenis gangguan makan pada remaja yang paling sering muncul seperti dilansir dari laman hellosehat, diantaranya :

1. Anoreksia nervosa.

Termasuk jenis gangguan makan yang paling sering terjadi pada remaja, terutama remaja perempuan. 1 dari 100 perempuan remaja di dunia menderita Anoreksia. Remaja yang menderita Anoreksia sangat takut menjadi gemuk dan mereka menjadi sangat kurus. Biasanya berat badan mereka bahkan 15% dibawah berat badan ideal. Selain menghindari makanan, mereka juga dapat melakukan hal lain dengan tujuan agar berat badan mereka tidak naik seperti merangsang muntah oleh diri sendiri, seperti menggunakan obat pencahar, olahraga berlebihan, dan mengonsumsi obat penekan nafsu makan dan/atau diuretika.

Remaja perempuan yang menderita Anoreksia dapat mengalami penghentian menstruasi (amenore). Selain itu, penderita anoreksia juga menjadi cepat lelah, pingsan, kulit menjadi kering, rambut dan kuku menjadi rapuh, tekanan darah rendah, tidak tahan terhadap dingin akibat lemak di tubuh yang sedikit, irama jantung yang tidak teratur, dan dehidrasi yang bisa berakibat fatal.

2. Bulimia nervosa.

Berbeda dengan Anoreksia nervosa yang menyebabkan penderitanya sengaja mengurangi jumlah makanan bahkan hingga menghindari makanan, orang yang menderita Bulimia nervosa justru mengalami ketagihan dengan makanan yang tidak bisa dilawan (craving). Mereka senang dan sering makan dengan porsi yang besar juga.

Walaupun begitu, mereka juga memiliki kecenderungan takut menjadi gemuk. Agar tidak gemuk setelah makan banyak, mereka biasanya memuntahkan kembali makanannya, bisa dengan memasukkan jari ke tenggorokan sendiri, menggunakan obat pencahar berlebihan, puasa berkala, dan mengonsumsi obat penekan nafsu makan. Penderita Bulimia dapat mengalami perubahan warna gigi akibat muntah berlebihan hingga ketidakseimbangan elektrolit yang mengakibatkan gangguan irama jantung.

3. Binge eating disorder.

Penderita binge eating sedikit mirip dengan penderita Bulimia yang sering makan banyak dan tidak dapat dikontrol. Akan tetapi, penderita binge eating tidak berusaha untuk melawan rasa takut mereka terhadap kegemukkan seperti penderita bulimia pada umumnya. Pada akhirnya, penderita binge eating disorder akan memiliki berat badan berlebih yang meningkatkan risiko dari berbagai penyakit berbahaya, seperti jantung, hipertensi, diabetes, dan peningkatan kolesterol.

4. Ortoreksia nervosa.

Dan Ortoreksia nervosa adalah gangguan makan dimana penderitanya memiliki obsesi berlebihan terhadap makanan sehat. Mereka sangat menghindari dan merasa bersalah apabila mereka makan makanan yang tidak sehat.

Penderita Ortoreksia biasanya akan menjalani diet bukan dengan tujuan agar mereka terlihat kurus, tetapi mereka berfokus terhadap kesehatan. Mungkin kelihatannya baik, tapi penderita Ortoreksia terlalu berobsesi dengan makanan sehat sehingga malah berdampak buruk bagi kesehatan mereka sendiri dimana tubuh yang sehat dicapai dengan makanan dengan gizi seimbang.

Bagaimana cara mengatasi gangguan makan yang terjadi pada remaja?

Jika Anda merasa bahwa anak remaja Anda memiliki kondisi tersebut, segera bawa ke dokter untuk segera ditangani. Penanganan medis maupun psikologis yang lebih cepat dibutuhkan agar gangguan tersebut tidak berlanjut dan pemulihannya pun dapat berlangsung lebih cepat.

Posted by Hani.

Gangguan Makan Yang Biasa Dialami Remaja Kenmore 17" Microwave
Rated 3.5 / 5 based on 11 customer reviews
Gangguan kesehatan mental pada umumnya dapat terjadi pada siapa saja. Bahkan, dimulai usia anak-anak hingga usia remaja awal 20an. Salah satunya yaitu Skizofrenia serta gangguan bipolar. Jika Anda mengalami gangguan kecemasan saat dewasa, akan...
Anak dan Kehamilan Masalah Kesehatan - by ,
4/ 5stars

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *