Dampak Kesehatan dari Pernikahan di Usia Remaja

Diposkan oleh : pada tanggal 23 Jun. 2017 Kategori kesehatan Masalah Kesehatan

Dampak Kesehatan dari Pernikahan di Usia Remaja,- Baru-baru ini publik dikejutkan dengan kabar pernikahan pasangan remaja yang masih berusia 15 tahun dari Baturaja, Sumatera Selatan, bernama Amanda Safitri dan Muhammad Fitrah Rizky. Berita ini tentu menarik perhatian banyak orang, terutama di media sosial. Hal ini disebabkan karena pasangan pengantin ini masih tercatat sebagai murid Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Hal tersebutlah yang menjadi perbincangan masyarakat saat ini. Namun, disisi lain banyak yang memuji keberanian keduanya mengambil keputusan untuk menikah karena ingin menghindari zina. Namun, ada pula yang menganggap pernikahan ini sebagau sesuatu yang terburu-buru untuk dilakukan.

Sebenarnya nikah dini merupakan hasil dari pola pikir yang kurang rasional. Nikah dini dianggap sebagai jalan keluar dari persoalan hidup, namun kenyataannya justru sebaliknya. Bahkan, nikah dini dianggap sebagai jalan keluar dari pergaulan bebas remaja.

Pernikahan dini ini sebaiknya tidak terus dibiarkan, pasalnya akan menimbulkan banyak dampak negatif bagi kesehatan. Pakar kesehatan di bidang psikologi anak dan remaja, Ratih Zulhaqqi menyebutkan bahwa pernikahan di usia remaja bisa memberikan dampak psikologis berupa adanya tahapan hidup yang terasa terlewati begitu saja oleh pelakunya. Yang menjadi masalah adalah, alah satu atau kedua pasangan yang menikah ini bisa merasa kehilangan tahapan hidup tersebut dan meminta tahapan ini kembali di suatu waktu di masa depan. Kondisi ini bisa saja menjadi pemicu timbulnya pertengkaran atau bahkan perceraian di kemudian hari.

Menurut Ratih, saat fase SMA atau setelah luluh SMA, remaja sedang dalam kondisi mencari eksistensi diri dan jati diri. Disaat-saat inilah mereka sering melakukan banyak hal, baik itu bersama teman-teman atau orang lain yang ia percayai. Jika mereka sudah menikah, tentu mereka tidak akan bisa melakukan lagi berbagai hal tersebut karena sudah memiliki tanggungjawab di keluarga. Hal inilah yang bisa membuat mereka kehilangan fase tersebut.

Dalam hak kesehatan fisik, pakar kesehatan dibidang kehamilah, dr. Arietta Pusponegoro, SpOG(K) menyebutkan jika sebelum usia wanita mencapai 20 tahun, sebenarnya tubuhnya belum benar-benar siap untuk hamil. Beliau sendiri menyaranakn wanita untuk hamil dan melahirkan di usia ideal antara 20 hingga 35 tahun. Jika seorang wanita hamil sebelum usia 20 tahun, maka dapat berisiko lebih besar mengalami ketuhan pecah dini atau kelahiran bayi prematur. Selain itu, ibu juga akan berisiko mengalami anemia, pendarahan, dan hipertensi.

Menurut sosiologi Universitas Gajah Mada (UGM), Prof. Dr. Partini, perempuan yang menikah di bawah usia 18 tahun berpotensi mengalami keguguran, anak dan ibu rentan terhadap penyakit, kualitas anak yang dilahirkan rendah, gizi buruk, dan putus sekolah.

By Sri Maryati

Dampak Kesehatan dari Pernikahan di Usia Remaja Kenmore 17" Microwave
Rated 3.5 / 5 based on 11 customer reviews
Dampak Kesehatan dari Pernikahan di Usia Remaja,- Baru-baru ini publik dikejutkan dengan kabar pernikahan pasangan remaja yang masih berusia 15 tahun dari Baturaja, Sumatera Selatan, bernama Amanda Safitri dan Muhammad Fitrah Rizky. Berita ini tentu...
kesehatan Masalah Kesehatan - by ,
4/ 5stars

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *