Cara Mencegah Cedera saat Berolahraga secara Efektif

Diposkan oleh : pada tanggal 26 Jan. 2018 Kategori tips

Cara Mencegah Cedera saat Berolahraga secara Efektif,- Olahraga merupakan salah satu aktivitas yang memang banyak direkomendasikan untuk menjaga kesehatan tubuh. Ada banyak jenis olahraga yang bisa dilakukan, seperti lari, berenang, bersepeda, angkat beban, dan lain sebagainya.

Walaupun menyehatkan, Anda harus tetap berhati-hati dan selalu perhatikan tata cara olahraga. Bukannya menyehatkan, olahraga dengan cara yang salah jusrtru bisa menyebabkan cedera.

Ada berbagai hal yang bisa membuat seseorang rentan mengalami cedera saat berolahraga. Yang paling umum adalah karena terlalu sering berolahraga tanpa jeda an terlalu memforsir tubuh melewati batas toleransinya. Kesalah cara mempraktekkan gerakan, postir tubuh yang salah, serta memilih jenis olahraga yang kurang sesuai dengan kondisi fisik juga bisa menjadi beberapa faktir penyebab lainnya dari cedera saat olahraga.

Maka dari itu, perhatikan beberapa cara mencegah cedera saat berolahraga secara efektif berikut ini :

  • Pilih jenis olahraga yang tepat

Salah satu cara terbaik untuk menghindari cedera adalah dengan mengetahui kondisi tubuh Anda. Bahkan usia pun ikut menjadi pertimbangan untuk menentukan olahraga apa yang sesuai dengan kondisi Anda. Pasalnya, pilihan ragam jenis olahraga untuk anak-anak muda yang bertubuh atletis tentu berbeda dengan pilihan olahraga untuk lansia.

Secara umum, berapapun usia Anda jika baru memulai olahraga, cobalah memulai dari yang ringan, seperti jalan santai, berenang, bersepeda, jogging, atau senam aerobik. Namun, jika Anda memiliki pergelangan tangan yang lemah, tentu angkat beban kurang tepat untuk dijadikan pilihan.

Kenneth Plancher, profesor di Albert Einstein, College of Medicine di New York menyarankan untuk lebih dulu mengenali area terlemah pada tubuh, dan menghindari aktivitas yang dapat memberikan tekanan pada daerah tersebut.

Alangkah baiknya jika Anda memiliki suatu kondisi atau penyakit tertentu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum memulai berolahraga. Dokter dapat memberikan saran mengenai olahraga mana yang cocok untuk Anda lakukan dan arahan untuk melakukannya dengan aman.

  • Lakukan pemanasan dan pendinginan

Pemanasan sebelum berolahraga dapat membuat darah mengalir lancar dan melemaskan otot-otot tubuh. Jika Anda akan berlari, contoh pemanasan sederhananya adalah memutarkan pergelangan kaki. Kemudian lakukan halan cepat selama 5 sampai 10 menit. Setelah selesai, jangan lupa untuk melakukan pendinginan untuk menormalkan kembali otot dan tubuh Anda.

  • Mendapatkan bimbingan dari ahlinya

Khusunya jika Anda termasuk seorang pemula, sebaiknya minta panduan dari orang yang lebih ahli atau dapatkan pelatihan pribadi yang profesional. Ini bahkan tetap penting jika Anda sudah mengetahui dan mempelajari teknik-teknik dasarnya. Pengawasa dari ahlinya bisa membantu mencegah cedera saat berolahraga. Hal ini disebabkan karena mereka bisa membenarkan postur tubuh yang berantakan dan memandu cara menggunakan alat-alat olahraga agar lebih efektif.

  • Jangan berlebihan

Ketika berolahraga, tubuh perlu beristirahat. Begitu juga dengan pengaturan waktu berolahraga, seberapa intens dan berapa lama durasinya. Tubuh sudah bekerja setiap hari, maka ada baiknya jika rutinitas olahraga divariasikan.

Misalnya, mingga paertama lari untuk 3 kali dalam seminggu. Jangan lupa diselang-seling harinya agar tubuh memiliki eksempatan untuk memulihkan diri dan mencegah kelelahan. Misalnya lari setiap senin, kamis, dan minggu. Seiring wakti jika Anda mulai terbiasa, Anda boleh menambah durasinya, seperti dari 15 menit menjadi 30 menit, dan frekuensinya misalnya dari 3 kali seminggu menjadi 4 kali.

Juga variasikan jenis olahraganya agar Anda memiliki kesempatan untuk melatih kelompok otot yang berbeda, agar kebugaran tubuh lebih maksimal. Misalnya minggu ini fokus untuk berlari, minggu deoan yoga, kemudian renang. Setiap kali selesai berolahraga, pastikan Anda juga beristirahatn sejenak.

  • Gunakan peralatan olahraga yang tepat

Selain memperhatikan jenis dan waktu olahraga, Anda juga harus memperhatikan peralatan yang digunakan. Setiap olahraga memiliki peralatan yang berbeda. Pastikan sepatu olarhaga yang digunakan sesuai dengan jenis olahraga yang dilakukan. Misalnya, meskipun sama-sama main bola, sepatu bola dan sepatu futsal memiliki fungsi dan karakteristik yang berbeda. Beda jenis larinya pun, jenis sepatu lari yang digunakan berbeda. Jika Anda untuk melakukan angkat besi untuk pertama kalinya, maka ukur dulu berapa berat beban yang ideal agar tidak menyebabkan cedera.

Sesuaikan juga ukuran helm, kacamata pelindung, pelindung siku, dan bantalan lutut mengikuti bentuk tubuh Anda. Pastikan peralatan pendukung olahraga yang Anda gunakan masih dalam kondisi baik, dan Anda memahami benar cara penggunaannya yang tepat.

  • Cukupi kebutuhan minum

Di manapun Anda berolarhaga, di gym ber-AC atau lapangan terbuka, selalu siapkan botol minum. Ini bermanfaat untuk mencegah dehidrasi yang bisa menurunkan fokus Anda, dan menyebabkan cedera. Jika intensitas olahraga Anda tinggi selama lebih dari 1 jam, maka sediakan juga minuman isotonik agar anda tidak kelelahan dan tetap bugar. Minuman isotonik dapat mengganti eletrolit tubuh yang hilang.

  • Hubungi dokter

Jika Anda mengalami pusing, sakit dada, napas tidak normal, atau bahkan pingsan, maka segera hubungi dokter untuk segera mendapatkan penangan yang tepat.

By Sri Maryati

Cara Mencegah Cedera saat Berolahraga secara Efektif Kenmore 17" Microwave
Rated 3.5 / 5 based on 11 customer reviews
Cara Mencegah Cedera saat Berolahraga secara Efektif,- Olahraga merupakan salah satu aktivitas yang memang banyak direkomendasikan untuk menjaga kesehatan tubuh. Ada banyak jenis olahraga yang bisa dilakukan, seperti lari, berenang, bersepeda, angkat beban, dan...
tips - by ,
4/ 5stars

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *